Salah satu petugas saat memberikan sendal bagi jemaah pria yang masih kenakan sepatu saat ihram.
JEDDAH,BANGSAONLINE.com - Tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah haji gelombang kedua agar mematuhi aturan ihram sejak sebelum tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Imbauan tersebut disampaikan setelah petugas masih menemukan banyak jemaah yang belum mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan saat tiba di Arab Saudi.
BACA JUGA:
- Temui Syarikah di Arab Saudi, Irjen Kemenhaj Pastikan Layanan Haji 2026 Sesuai Kontrak
- Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Imbau Jamaah Jaga Stamina di Suhu Ekstrem
- PPIH Siagakan 5 Pos Layanan di Masjid Nabawi, Antisipasi Jemaah Haji Indonesia Tersesat
- KUH Jeddah Sebut Operasional Haji 2026 Lebih Lancar, Jemaah Diminta Wajib Bawa Kartu Nusuk
Petugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan sejak dini hari hingga pukul 06.00 waktu Arab Saudi, masih terdapat jemaah yang mengenakan pakaian biasa, sepatu tertutup, kaus kaki, penutup kepala, hingga cadar.
“Bahkan dari jemaah yang sudah memakai pakaian ihram pun masih ada yang menggunakan pakaian dalam atau celana panjang,” ujar Anis kepada Media Center Haji 2026 di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Jumat (8/5/2026).
Menurut Anis, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kedatangan jemaah gelombang kedua merupakan fase penting dimulainya rangkaian ibadah haji.
Ia meminta petugas kloter, khususnya petugas bimbingan ibadah, lebih intensif mengingatkan jemaah sejak di embarkasi hingga selama penerbangan.
“Ketika jemaah sudah berada di udara, utamanya menjelang masuk area miqat atau sebelum mendarat, harus dipastikan lagi bahwa jemaah sudah mematuhi aturan ihram,” katanya.
Anis menjelaskan waktu pelayanan di Bandara Jeddah sangat terbatas sehingga pemeriksaan satu per satu jemaah setelah tiba dinilai tidak efektif.
Karena itu, kepatuhan terhadap aturan ihram perlu dipastikan sejak sebelum pesawat mendarat di Arab Saudi.
Ia mengungkapkan tim bimbingan ibadah bersama petugas lintas sektor sebenarnya telah melakukan pemeriksaan langsung kepada jemaah saat hendak turun menuju bus.
Petugas menyisir satu per satu jemaah untuk memastikan tidak ada lagi pakaian yang dilarang saat ihram.
“Kami cek satu per satu dan memastikan mereka sudah tidak memakai celana dalam atau pakaian yang tidak sesuai ketentuan ihram. Tapi itu memakan waktu dan tidak efektif jika dilakukan setelah tiba,” ujarnya.
Anis berharap kepatuhan terhadap aturan ihram menjadi perhatian utama seluruh petugas kloter demi kelancaran proses kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Arab Saudi.
“Momen kedatangan gelombang kedua ini sangat krusial karena menjadi pintu masuk prosesi ibadah haji bagi jemaah,” pungkasnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




