Ilustrasi
"Saksi berinisial DH dan LF, orang tua salah satu korban, menyebutkan mereka datang dalam kondisi tidak stabil. Korban KJ dan IH kemudian langsung tidur," urai Joko.
Kondisi memburuk pada Senin malam saat IH mengeluhkan sakit perut hebat disertai pandangan kabur. Ia sempat dilarikan ke RS Baptis Batu, namun dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara itu, KJ ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Satreskrim Polres Batu kemudian mengamankan sejumlah barang bukti untuk dilakukan uji laboratorium di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
Barang bukti tersebut antara lain satu galon berisi sisa cairan, mangkuk, gelas kaca, serta ponsel milik korban IH yang berisi dokumentasi foto dan video saat ketiganya mengonsumsi minuman tersebut.
Hingga kini, polisi masih menunggu kondisi DW stabil guna dimintai keterangan lebih lanjut. DW diketahui masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di wilayah Bumiaji dalam kondisi setengah sadar.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Jatim untuk menentukan kandungan zat dalam minuman tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan guna mengungkap apa yang sebenarnya terjadi," pungkas AKP Joko. (adi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




