Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang, Muhammad Ulil Albab, saat bersama petani.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Program pupuk bersubsidi yang seharusnya menjaga produktivitas pertanian justru menyisakan persoalan di Kabupaten Malang. Tim Investigasi Bidang Politik, Media, dan Propaganda DPC GMNI Kabupaten Malang menemukan dugaan masalah distribusi, ketidaksesuaian kuota penerimaan, hingga kualitas pupuk yang dipertanyakan petani.
Temuan ini kontras dengan klaim pemerintah pusat bahwa alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton dengan sistem distribusi lebih transparan. Namun, di Kecamatan Gedangan, petani mengaku jatah pupuk tidak diterima penuh.
“Kalau di data sebenarnya jatah saya sekian, tapi yang saya dapat hanya sekitar separuhnya. Alasannya stok terbatas dan dibagi rata,” kata salah satu petani berinisial NA.
Keluhan juga datang dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan. MAZ menyebut kualitas pupuk subsidi menurun.
“Pupuk subsidi sekarang kualitasnya kurang bagus. Pemakaian lebih banyak tapi hasilnya tidak sebanding. Mau beli non subsidi juga harganya mahal sekali, petani jelas berat,” cetusnya.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang, Muhammad Ulil Albab, menilai persoalan pupuk subsidi tidak bisa dianggap keluhan insidental.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




