Pembuatan kerangka tandon di Madrasah Al Ikhlas, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Di bawah rindangnya pohon salak Desa Keleyan, Kecamatan Socah, berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas. Sejak 1995, sekolah sederhana ini menjadi rumah belajar bagi 141 siswa.
Namun, selama lebih dari 3 dekade, mereka menjalani hari-hari dengan keterbatasan mendasar, yakni air. Untuk berwudhu dan kebutuhan MCK, madrasah hanya bergantung pada kebaikan warga sekitar.
Di tengah keterbatasan itu, Ustadz Rifa’e tetap setia menjaga nyala pendidikan.
“Sejak berdiri, kami belum punya sumur sendiri. Untuk air, kami masih numpang,” ucapnya pelan, seakan menyimpan beban panjang yang tak pernah benar-benar terucap.
Harapan yang lama dipanjatkan akhirnya terjawab melalui program TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan. Deru mesin bor menggantikan sunyi panjang kekurangan.
Pembangunan sumur bor dan tandon air kini berdiri di halaman madrasah, membawa kehidupan baru.
“Alhamdulillah, seperti ada cahaya yang menyiram sekolah ini,” kata Rifa’e dengan mata berkaca-kaca.
Baginnya, ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jawaban atas penantian panjang.
“Sentuhan dari pemerintah, belum pernah ada. Ditanya saja belum,” tambahnya dengan senyum tipis, sembari menatap anggota Satgas TMMD yang bekerja tanpa lelah.
Sementara itu, salah satu personel Satgas TMMD, Sertu Mustain, menyebut program di Kecamatan Socah menyasar 6 titik pembangunan sumur bor dan tandon sejak 22 April 2026. Selain MI Al Ikhlas, bantuan juga menjangkau pondok pesantren, sekolah dasar, hingga madrasah diniyah.
“Untuk sumur bor sudah selesai semua. Saat ini tinggal proses penyelesaian kerangka tandon,” katanya.
Bagi para siswa MI Al Ikhlas, kehadiran sumur bor ini akan mengubah banyak hal. Wudhu tak lagi harus menunggu, kegiatan belajar tak lagi tersendat.
Air akan mengalir, sebagaimana semangat belajar yang selama ini tetap hidup di tengah keterbatasan.
Bagi Ustadz Rifa’e, ini adalah akhir dari penantian panjang—doa-doa yang ia panjatkan dalam diam, kini menemukan jalannya. (uzi/mar)





