Aksi kader NasDem Kediri melakukan aksi protes
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kader Partai NasDem di Kota Kediri menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak akurat dan merugikan citra partai, Rabu (15/4/2026).
Aksi tersebut dipusatkan di kantor DPD NasDem Kota Kediri dengan melibatkan perwakilan kader dari berbagai tingkatan.
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
- Antisipasi Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal
Ketua DPD NasDem Kota Kediri, Khusnul Arif, menyebut kegiatan ini sebagai penyaluran aspirasi kader yang merasa keberatan atas narasi pemberitaan di Majalah Tempo.
"Sebagai kader Partai NasDem yang tumbuh dalam naungan pemikiran beliau (Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh), saya merasa sangat tersayat dan menyayangkan cara penyajian pemberitaan tersebut. Terutama narasi "paceklik di luar kekuasaan" yang diangkat, seolah-olah menggambarkan NasDem sedang dalam kondisi "kelaparan" politik yang akut, "ucapnya usai melakukan aksi damai, Rabu (15/4/2026)
Ia menilai, kondisi yang terjadi justru menunjukkan kematangan politik partai. Menurutnya, Ketua Umum NasDem telah menyatakan dukungan kepada pemerintah tanpa menempatkan kader di kabinet sebagai pilihan etis.
"Bagi saya Pak Surya Paloh adalah sosok negarawan bernapas panjang yang menempatkan kepentingan bangsa di atas sekadar bagi-bagi kursi kekuasaan. Beliau adalah figur yang memilih jalan terjal demi menjaga marwah demokrasi, menunjukkan bahwa kehormatan politik tidak diukur dari jabatan, melainkan dari keteguhan memegang prinsip, "kata Khusnul Arif.
Ia menambahkan, di tengah pragmatisme politik, sikap tersebut menunjukkan komitmen pada etika politik dan gagasan.
"Sebagai bagian dari entitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, saya tetap menaruh penghormatan yang setinggi-tingginya terhadap kebebasan pers sebagai pilar sakral dalam kehidupan demokrasi kita. Namun, saya berkeyakinan teguh bahwa kemerdekaan berekspresi tersebut tidak seharusnya berdiri di ruang hampa yang bebas dari tanggung jawab, "ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebebasan pers yang sejalan dengan kode etik jurnalistik.
"Oleh karena itu, penggambaran visual tersebut bagi saya terasa sangat kurang mencerminkan prinsip kehati-hatian serta nilai kepatutan yang seharusnya dijunjung oleh media sekaliber Tempo, "ungkapnya.
Khusnul menegaskan, pihaknya tidak anti terhadap kritik, namun mengingatkan agar kritik disampaikan secara berimbang dan tidak merendahkan martabat seseorang.
"Saya menaruh harapan besar agar di masa depan, seluruh media nasional, termasuk Majalah Tempo, dapat terus mengedepankan profesionalisme, prinsip keberimbangan, serta menjunjung tinggi etika dalam setiap hela napas pemberitaannya, "tandasnya.
Aksi serupa juga digelar kader NasDem di Kabupaten Kediri sebagai bentuk keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang menampilkan karikatur Ketua Umum Surya Paloh dengan judul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono, melalui Wakil Ketua DPD Fuad, menyampaikan aksi ini merupakan bentuk keberatan atas sampul majalah yang dinilai merendahkan Ketua Umum. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




