Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, saat memberikan keterangan.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kejaksaan Agung RI menggelar sosialisasi pengawasan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Krido Manunggal, Tuban, pada Rabu (1/4/2026) ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Desak BGN Turun Evaluasi Dapur MBG, Usai SPPG Sidorejo 2 Diduga Sajikan Menu Sop Basi
- Sajikan Makanan Diduga Basi dan Belum Matang, Dapur SPPG Sidorejo 2 Tuban Dikeluhkan Wali Murid
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Sokong Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri
Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Manthovani, serta jajaran kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua kabupaten tersebut.
Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program MBG, keterlibatan aktif masyarakat sebagai fungsi kontrol sangatlah krusial. BGN kini mewajibkan seluruh SPPG untuk memiliki media sosial sebagai sarana laporan publik mengenai jenis menu hingga rincian harga.
"Artinya masyarakat langsung kontrol program MBG di lapangan," terang Sony.
Selain kontrol sosial, Sony merinci adanya pengawasan berlapis yang melibatkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta aparat penegak hukum (APH). Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi sistem "Jaga Dapur MBG" yang diinisiasi oleh jajaran Kejaksaan.
"Kami betul-betul menghargai, mengapresiasi jajaran Kejaksaan Agung telah membangun sebuah sistem pengawasan yang disebut dengan 'Jaga Dapur MBG'. Ini merupakan salah satu langkah pencegahan yang sangat efektif karena ternyata nanti yang melaporkan apabila ada penyimpangan-penyimpangan atau kekurangan-kekurangan adalah para penerima manfaat," bebernya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




