Sambut Dubes RI untuk Australia, Gubernur Bahas Industri Kulit di Jawa Timur

Sambut Dubes RI untuk Australia, Gubernur Bahas Industri Kulit di Jawa Timur Gubernur Khofifah ketika menerima kunjungan kerja Dubes RI untuk Australia di Canberra, Siswo Pramono.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menerima kunjungan kerja Dubes RI untuk Australia di Canberra, Siswo Pramono, bersama pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3/2026) malam.

Khofifah menyebut kunjungan ini sangat strategis untuk mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam pengembangan industri kulit Jawa Timur.

"Ini a new hope harapan baru bagi kita, Pak Dubes membantu kami membangun konektivitas membuka peluang peluang untuk bisa berkembang lebih baik di industri kulit," ujarnya didampingi Emil Dardak.

Menurut dia, Jawa Timur merupakan salah satu sentra utama industri kulit nasional yang terkonsentrasi di Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan. Dukungan bahan baku berkualitas menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan industri tersebut.

"Pak Dubes ini memberikan ruang bagi Jawa Timur untuk bisa mengakses kulit karena industri kulit kita membutuhkan suplai yang lebih besar dan beliau membantu konektivitas untuk penyediaan baik untuk industri maupun untuk rambak," paparnya.

Khofifah menekankan, kerja sama dengan Australia diharapkan mampu menyediakan bahan baku halal, transfer teknologi, serta investasi hilirisasi industri kulit.

"Disampaikan Pak Dubes bahwa Australia itu penyuplai daging untuk Timur Tengah jadi standarnya sudah halal, dan penyembelihan di sana dilakukan sesuai kaidah syariah," tuturnya.

Sementara itu, Siswo Pramono menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama bisnis Indonesia-Australia, termasuk membawa pengusaha Australia untuk melihat potensi industri kulit di Indonesia.

"Kita beli kulitnya tapi mereka akan investasi di industri kulit di kita jadi win win," ucapnya.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur siap menjadi mitra strategis Australia dengan keunggulan sektor industri, perdagangan, dan konektivitas regional. Momentum ini diharapkan memperkuat rantai pasok sekaligus membuka peluang pasar lebih luas bagi industri kulit Jawa Timur.

"Semoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan baik yang telah terjalin dan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat kedua pihak," pungkasnya. (dev/mar)