Hadapi Gejolak Global, Pemkab Jember Siapkan Skema WFH dan Efisiensi Energi

Hadapi Gejolak Global, Pemkab Jember Siapkan Skema WFH dan Efisiensi Energi Bupati Jember saat memberi keterangan terkait skema WFH dan efisiensi energi kepada awak media.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Lonjakan harga energi akibat gejolak global mendorong Pemkab Jember menyiapkan langkah antisipatif. Pemerintah daerah setempat menyatakan kesiapan penuh mendukung kebijakan efisiensi energi yang tengah dirumuskan pemerintah pusat.

Salah satu skenario yang disiapkan adalah penerapan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Penyesuaian metode pembelajaran di sekolah juga tengah dimatangkan, termasuk opsi peralihan antara tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmen untuk tetap selaras dengan arahan pemerintah pusat maupun Pemprov Jatim. 

“Kami senantiasa siaga mengikuti arahan dari tingkat atas. Mengenai waktu pelaksanaan, semua bergantung pada keputusan pusat, namun secara teknis perangkat daerah kami sudah siap bergerak,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkab Jember mendorong efisiensi internal birokrasi, salah satunya melalui penggunaan kendaraan dinas secara bersama saat bertugas di lapangan. Kebijakan ini diharapkan menekan konsumsi energi sekaligus memperkuat koordinasi antar pimpinan perangkat daerah.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Jember tengah menyusun kurikulum adaptif yang memungkinkan transisi cepat antara pembelajaran luring dan daring. 

“Fokus kami adalah memastikan kualitas pendidikan tidak terganggu. Baik itu belajar di kelas maupun lewat layar, keduanya harus siap diimplementasikan tanpa hambatan teknis,” kata kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak pada kebijakan energi nasional. Dengan menyiapkan skema WFH serta efisiensi transportasi, Pemkab Jember berharap dapat menjaga ketahanan energi di tengah situasi global yang belum stabil. (ngga/yud/mar)