Panita HPN saat membagikan paket sembako kepada anak yatim-piatu dan kaum dhuafa. Foto: Ist.
Selama delapan dekade, pers telah menjalankan fungsi sebagai penyampai informasi, pendidik masyarakat, kontrol sosial, serta perekat persatuan bangsa. Namun demikian, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, pers juga dituntut hadir secara lebih empatik dalam kehidupan masyarakat.
"Melalui kegiatan bakti sosial ini, PWI Kediri Raya berupaya menunjukkan bahwa peran pers tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," urainya.
Selain santunan dan pembagian sembako, lanjut Bambang, rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah kebangsaan sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dan kebangsaan.
Tema “Berbagi Itu Menguatkan” sendiri mengandung makna bahwa kepedulian sosial dapat mempererat hubungan antarindividu dan meningkatkan kepercayaan di tengah masyarakat. Nilai berbagi juga dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kohesi sosial.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat terus menghadirkan pers yang humanis, peduli, dan berintegritas, sekaligus mempertegas bahwa empati sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari profesi wartawan," tutup Bambang. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




