Ilustrasi
Salah satunya adalah memanfaatkan pengalaman dan insting saat memasak. Bagi orang yang sudah terbiasa di dapur, biasanya sudah memahami takaran bumbu yang tepat untuk porsi tertentu.
Dengan pengalaman tersebut, kekurangan rasa pada masakan masih bisa disesuaikan kembali saat waktu berbuka tiba.
Untuk pelaku usaha katering atau pesanan dalam jumlah besar yang harus dikirim pada pagi hari, proses meracik bumbu atau mencoba resep dapat dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa.
Dengan cara itu, saat pagi hari tiba proses memasak bisa dilakukan menggunakan takaran yang sudah pasti.
Buya Yahya juga mengingatkan agar aktivitas mencicipi tidak dijadikan alasan untuk meninggalkan puasa.
Menurutnya, niat untuk sekadar mencicipi masakan hingga membuat seseorang memutuskan tidak berpuasa merupakan kekeliruan yang harus dihindari.
Ia menambahkan, melayani orang yang berbuka puasa juga merupakan amalan yang bernilai ibadah.
"Insya Allah, jika Anda memasak dengan dibarengi keimanan di dalam hati, masakan tersebut akan terasa jauh lebih lezat. Semoga pesanan makin banyak dan pelanggan makin puas karena keberkahan niat Anda," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




