Lilies Pratiwining Setyarini
Ia menambahkan, berdasarkan data resmi terdapat sekitar 7.000 pekerja migran asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah, dengan mayoritas berada di Arab Saudi.
Jumlah itu diperkirakan bisa lebih besar karena ada pekerja migran yang berangkat melalui jalur tidak resmi.
“Kalau perang ini semakin lama, maka dampaknya akan semakin meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah. Jangan sampai pekerja migran kita terjebak di daerah konflik yang mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya.
Ia berharap skenario pemulangan pekerja migran asal Jawa Timur segera disiapkan dan dikoordinasikan dengan baik, baik bagi pekerja migran resmi maupun yang tidak resmi. Sebab, menurutnya, mereka tetap warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan.
Lilies juga mengingatkan agar berbagai kebutuhan pemulangan dipersiapkan secara matang, mulai dari proses evakuasi ke tanah air, tempat transit, hingga pengantaran para pekerja migran ke kampung halaman.
“Tak kalah penting lagi, tenaga medis juga harus disiapkan, termasuk psikiater sebagai bagian dari trauma healing. Selain itu hak-hak para pekerja juga harus dijamin, seperti gaji mereka selama bekerja,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




