Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi juga memaparkan kondisi terkini di Iran yang disebut semakin memprihatinkan. Menurut JK, korban jiwa akibat agresi militer didominasi warga sipil.
"Telah disampaikan situasi terakhir, termasuk perlawanan rakyat Iran serta jatuhnya korban yang mayoritas adalah warga sipil, di antaranya anak-anak sekolah," tutur JK.
Situasi memanas setelah serangan roket gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam Teheran pada 28 Februari 2026, termasuk sejumlah titik di sekitar kediaman pemimpin tertinggi Iran.
Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan tersebut. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS memulai operasi tempur besar di wilayah Iran. Eskalasi tersebut memicu serangan balasan dari Garda Revolusi Iran ke sejumlah target strategis di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Jusuf Kalla menegaskan, pada prinsipnya rakyat dan Pemerintah Indonesia konsisten mendukung upaya perdamaian dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




