AS dan Israel Serang Iran, Rudal Iran Langsung Sasar Israel Utara & Pangkalan Militer Amerika

AS dan Israel Serang Iran, Rudal Iran Langsung Sasar Israel Utara & Pangkalan Militer Amerika Rudal Iran meluncur membalas serangan Amerika Serikat dan Israel. (Foto: Press TV/minanews.net)

Pemerintah UEA marah atas serangan tersebut. Pemerintah UEA menyebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional. UEA menegaskan hak penuh mereka untuk menanggapi eskalasi yang membahayakan warga sipil tersebut.

Di Dubai dan Abu Dhabi, dua kota utama UEA rentetan ledakan terdengar di tengah kepulan asap yang membubung ke langit. Otoritas penerbangan UEA telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil sebagai langkah pencegahan.

Pemerintah Bahrain juga waspada. Kementerian Dalam Negeri Bahrain dikabarkan ngeluarkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga. Pemerintah Bahrain mendesak seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi aman atau tempat perlindungan terdekat.

"Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi," tulis pernyataan kementerian tersebut sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Pemerintah Qatar dan Kuwait juga berusaha menghindari potensi risiko lebih lanjut di jalur penerbangan komersial.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Semenanjung Arab. Kantor berita AFP melaporkan adanya suara ledakan keras yang terdengar hingga ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Merespons serangan AS dan Israel ke Iran itu anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan bahwa serangan itu memunculkan pertanyaan besar terkait arah dan kepentingan geopolitik yang lebih luas.

"Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat," ujar TB Hasanuddin dikutip dilansir Antara, Sabtu (28/2/2026).

Menurut dia, dari kejadian ini kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina.

"Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," tegasnya.

Kondisi tersebut, tegas TB Hasanuddin, membuat publik semakin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.

"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," ujar TB Hasanuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO