Kepala KPPN Tuban Martina Sri Mulyani dan KPP Pratama Hanis Purwanto saat memaparkan dana TKD ke pemda dan perolehan PNBP Kabupaten Tuban.
"Diketahui bahwa kinerja APBN hingga 31 Desember 2025 di Kabupaten Tuban menunjukkan capaian yang relatif solid di tengah dinamika ekonomi dan penyesuaian kebijakan fiskal," beber Martina.
Adapun ringkasan capaian fiskal Tuban hingga akhir 2025, meliputi realisasi TKD: mencapai Rp2,33 triliun (96% dari pagu), belanja pemerintah pusat: terserap Rp305,52 miliar (99% dari pagu), penerimaan pajak: terealisasi Rp295,31 miliar (73,91% dari target).
Kemudian PNBP mencapai Rp44,05 miliar atau 387% dari target. Terkait realisasi dana desa, Martina memberikan catatan khusus.
"Tapi untuk realisasi dana desa masih perlu terus didorong agar dapat mencapai target pagu yang telah ditetapkan," paparnya.
Di sisi lain, Kepala KPP Pratama Tuban, Hanis Purwanto, menjelaskan alasan di balik tidak tercapainya target penerimaan pajak 100 persen. Perubahan sistem dan aturan administrasi menjadi faktor utama.
"Tahun 2025 kita mencapai 73 persen realisasi penerimaan pajak atau senilai Rp295.311.312. ini disebabkan karena adanya perubahan aturan teknis coretax," ungkap Hanis.
Selain itu, kebijakan pengalihan laporan wajib pajak afiliasi BUMN ke pusat turut mengurangi angka penerimaan di tingkat kabupaten. Namun secara keseluruhan, ia optimistis kinerja APBN tetap menjadi penyangga stabilitas ekonomi daerah.
"Tentu ya bisa mendukung pelayanan publik, serta mendorong keberlanjutan pembangunan daerah di tengah tantangan fiskal yang dinamis," pungkas Hanis. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




