Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf

Demo Massa saat mencoba menerobos pengamanan untuk masuk ke Kantor Bupati Bangkalan

“Beruntungnya hanya air, bukan gas air mata. Kalau gas air mata sangat berbahaya bagi kawan-kawan kami,” tegasnya.

Ia juga mengklaim sejumlah peserta aksi mengalami luka ringan akibat insiden tersebut, serta sejumlah atribut aksi mengalami kerusakan.

“Ada tiga kawan kami yang mengalami luka ringan. Alat peraga rusak dan bendera berserakan. Kemungkinan masih ada korban lain,” jelasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas kritik yang disampaikan mahasiswa dan menyebutnya sebagai pengingat bagi pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, kami sudah diingatkan. Itu menjadi spirit dan semangat ke depan. Sebenarnya kami sudah melakukan rapat dan persiapan untuk perbaikan sesuai dengan aspirasi yang disuarakan teman-teman ,” ucap Lukman.

Ia menjelaskan keterlambatannya menemui massa aksi disebabkan agenda menerima tamu sejak pagi hari.

“Saya sebenarnya sudah menunggu dan meminta protokol untuk mengakomodasi keinginan mahasiswa, bahkan jika perlu diwakilkan untuk berdiskusi. Namun saat itu saya sedang menerima dua tamu penting yang tidak etis jika ditinggalkan,” paparnya.

Terkait kericuhan yang terjadi, Lukman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak dan menegaskan tidak ada upaya membenturkan massa aksi dengan aparat.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada niat membenturkan mahasiswa dengan aparat. Semua adalah bagian dari kita bersama,” pungkasnya. (mzr/uzi/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO