Kasus DBD di Sampang Tembus 494 Selama 2025, Wilayah Kota Paling Banyak

Kasus DBD di Sampang Tembus 494 Selama 2025, Wilayah Kota Paling Banyak Ilustrasi Aedes Aegypti.

Samsul juga membeberkan profil para penderita DBD di Sampang. Meskipun menyerang berbagai lapisan umur, tren menunjukkan bahwa kelompok usia produktif menjadi yang paling rentan.

"Penderita berasal dari berbagai kelompok usia. Kasus terbanyak ditemukan pada usia sekolah berdasarkan laporan layanan kesehatan," terangnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi tahun 2026, Dinkes-KB telah memetakan sedikitnya 12 titik rawan DBD. Penentuan titik koordinat ini didasarkan pada perbandingan tren kasus yang terjadi selama tahun 2024 dan 2025.

Meskipun sebagian besar wilayah menunjukkan kerawanan, terdapat dua area yang dinilai cukup berhasil dalam menekan angka penyebaran nyamuk Aedes Aegypti.

"Dua kecamatan dilaporkan relatif aman dari kasus DBD. Wilayah tersebut adalah Kecamatan Jrengik dan Mandangin," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO