Dulu Pendopo Pemkab Mojokerto Sakral, Gus Bara: Sekarang Terbuka, Ini Rumah Rakyat

Dulu Pendopo Pemkab Mojokerto Sakral, Gus Bara: Sekarang Terbuka, Ini Rumah Rakyat Suasa shalat malam dan istighatsah di Pendopo Peringgitan Kabupaten Mojokerto, Sabtu (27/12/2025). Foto: MMA/bangsaonline

“Bahkan Satpol PP yang menjaga pun tak berani masuk ke rumah ini,” kata sembari mengatakan bahwa informasi itu ia dapatkan dari Satpol PP.

“Sekarang terbuka untuk rakyat, ini rumah rakyat,” tegas alumnus Universitas Al Azhar Mesir dan Univesitas Pajajaran Bandung itu sembari mempersilakan siapapun masuk Pendopo Peringgitan asal izin dulu kepada penjaga, yaitu Satpol PP.

Pantauan BANGSAONLINE, pendopo itu sangat luas. Namun banyak ruangan tak terawat. Singop. Tampaknya bupati-bupati sebelumnya tak pernah melakukan maintenance atau pemeliharaaan secara baik. Beberapa toiletnya, misalnya, sangat kotor dan jorok. Bau tak sedap menyengat. Bahkan closetnya ada yang rusak, tak berfungsi, tak diperbaiki. Tampak kusam dan kotor.

Padahal di toilet tersebut banyak peralatan mandi seperti sabun, pasta gigi dan sebagainya. Ini berarti toilet-toilet tersebut digunakan tapi tak pernah dibersihkan dan diperbaiki.

Fenomena toilet kotor ini tidak hanya terjadi di Pendopo Kabupaten Mojokerto. Banyak sekali di Pendopo Kabupaten dan Kota lainnya juga tak terawat. Sehingga kotor dan terkesan jorok.

Merespons pernyataan itu Kiai Asep mengungkap pengalaman pribadinya. Dulu, waktu miskin, ia mengaku gemetar ketika masuk rumah mewah. Apalagi rumah dinas bupati.

Karena itu, tegas Kiai Asep, sekarang dirinya membangun rumah mewah agar bisa dinikmati rakyat kecil.

“Bu Khofifah pernah tanya kepada saya buat apa bangun rumah mewah. Saya jawab agar orang miskin juga bisa menikmati dan bisa merasakan masuk rumah mewah. Rumah saya di Surabaya banyak sekali didatangi orang miskin,” kata kiai miliarder tapi dermawan itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Khoirul Amin mengaku selalu mendukung program Bupati Bara. Termasuk rencana program pemindarah pusat ibu kota Kabupaten Mojokerto. 

Ia berharap warga Mojokerto mendukung dan mendoakan terwujudnya program pemindahan pusat ibu kota kabupaten Mojokerto itu.

"Sudah 40 tahun pusat ibu kota kabupaten Mojokerto itu direncanakan dipindah oleh bupati-bupati sebelumnya tapi belum pernah berhasil. Mohon doanya pada periode Bupati ini semoga ibu kota kabupaten Mojokerto ini bisa berhasil dipindah," kata Abah Amin, panggilan akrabnya.

Dalam acara ini banyak sekali tokoh yang hadir. Selain Syaikh Ahmad Mamduh, Syaikh Mabruk dan Kiai Asep serta juga tampak Dr Achmady, mantan bupati Mojokerto, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Abah Muchit, Pengurus Yayasan Unitomo Dr Achmad Rubaie, Wakil Ketua PAN Jatim Muhammad Fachruddin, Sekum JKSN Muhammad Ghofirin dan lainnya.

Juga anggota DPRD Jatim Suwandi Firdaus dan beberapa kepala OPD dan Kepala Desa dari berbagai daerah Mojokerto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO