"Gereja, masjid, vihara, pura, hingga klenteng pada dasarnya memiliki peran yang sama sebagai ruang kemanusiaan. Ketika terbuka untuk kepedulian sosial, agama menemukan maknanya yang paling hakiki," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Qusyairi juga menyampaikan ucapan Natal dengan pesan kebangsaan yang inklusif.
"Selamat Natal. Damai Kristus bagi umat Kristiani, dan damai Indonesia bagi kita semua," tutur Kiai Qusyairi.
Sementara itu, perwakilan Bakesbangpol Sumenep, Hairil Bustami, mengapresiasi konsistensi FKUB dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di daerah.
Ia menilai sinergi antara FKUB dan pemerintah daerah menjadi faktor penting terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
"Pada tahun 2025, Kabupaten Sumenep meraih penghargaan Indeks Harmoni dari Kementerian Dalam Negeri. Peran FKUB sangat signifikan dalam pencapaian tersebut," ujar Hairil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




