Kabiro Adpim Setdaprov Jatim, Pulung Chausar, saat memberi sambutan.
Pemimpin Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokonoto, menyoroti tantangan media digital yang dipengaruhi algoritma dan pola konsumsi audiens. Ia menegaskan kepercayaan publik tetap menjadi modal utama media.
“Keberlanjutan media tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh kredibilitas. Media harus konsisten menjaga integritas dan keberpihakan pada kepentingan publik,” katanya.
Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Haryo Ristamaji, menekankan peran media arus utama sebagai penjernih informasi di tengah banjir konten digital.
“Tantangan media saat ini adalah tetap relevan tanpa kehilangan nilai jurnalistik. Di sinilah pentingnya peningkatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor,” sebutnya.
Narasumber lain, Fardilla Astari, menekankan komunikasi publik harus adaptif dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
“Konten yang baik bukan hanya soal viral, tetapi tentang membangun kepercayaan dan hubungan berkelanjutan dengan publik,” ujarnya.
Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Jatim, Zainal Muttaqin, menyampaikan PMS dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pentahelix.
“Forum ini tidak hanya menjadi tempat berbagi gagasan, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas teknis, memperkuat jejaring, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi penguatan komunikasi publik di Jawa Timur,” paparnya.
Rangkaian PMS 2025 diisi dengan seminar, diskusi panel, serta breakout class yang membahas penulisan berita humanis berbasis data, strategi konten media sosial pemerintah untuk membangun kepercayaan publik, serta pengukuran dampak komunikasi publik menggunakan AMEC Framework.
Melalui PMS 2025, Pemprov Jatim berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pentahelix untuk menjaga ekosistem media yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kampanye ini diharapkan mampu menempatkan media sebagai kekuatan strategis dalam menjaga ketangguhan dan mendorong pertumbuhan Jawa Timur di tengah dinamika perubahan global. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




