April, salah satu peserta JKN dengan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. (Ist).
”Saat ini banyak makanan yang dijual di luar yang mengandung gula, garam, dan minyak dalam kadar tinggi, yang tentu tidak baik bagi kesehatan. Saya tidak ingin di usia yang masih muda, maupun saat memasuki usia tua nanti, harus hidup dengan kondisi sakit-sakitan. Untuk tetap sehat, saya selalu makan makanan bergizi dan mengimbanginya dengan olahraga selama 30 menit setiap harinya,” katanya.
Tidak hanya itu, April juga memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang ada di Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu peserta, terutama dalam mengakses layanan kesehatan secara mudah dan cepat.
Skrining Riwayat Kesehatan, lanjutnya , merupakan upaya preventif bagi peserta JKN untuk melakukan penilaian kondisi kesehatan secara mandiri untuk mendeteksi potensi risiko penyakit kronis sejak dini. Hal ini penting dilakukan guna mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius dan dapat memberikan penanganan yang tepat terhadap penyakit yang diderita.
”Saya tahu skrining riwayat kesehatan dari petugas puskesmas saat mau berobat. Dari situ diarahkan untuk mengisi skrining melalui Aplikasi Mobile JKN. Ternyata langkah-langkahnya sangat mudah dan cepat. Alhamdulillah, hasilnya baik,” ucapnya.
April mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu dalam memanfaatkan layanan JKN. Ia juga berharap semakin banyak orang sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Dengan hadirnya JKN, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kuratif, tetapi juga membangun budaya pencegahan.
”Saya harap orang-orang bisa lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Jangan ragu untuk menggunakan JKN, karena layanan ini sangat mudah diakses bagi siapa saja,” tutup April. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




