Sejumlah komoditas lain terpantau stabil, seperti bawang merah yang turun ke kisaran Rp35.000 per kilogram, daging ayam yang tidak mengalami kenaikan, serta daging sapi di kisaran Rp115.000 per kilogram.
Harga daging sapi tersebut masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp120.000 per kilogram.
"Untuk ketersediaan, khususnya beras dan LPG, Insyaallah sangat mencukupi di bulan ini. Khusus untuk beras, indeks ketersediaan pangan di Surabaya bahkan mencapai angka 8, yang berarti stok masih aman untuk delapan bulan ke depan," tegasnya.
Sebagai langkah pengendalian harga, Pemkot Surabaya memanfaatkan Kios TPID untuk menyuplai pedagang pasar dengan harga lebih rendah.
BPOM juga dilibatkan untuk mengawasi pangan olahan dan parsel Nataru, termasuk pengecekan izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasan.
Agung menegaskan pengawasan akan dilakukan hingga tiga kali dalam bulan Desember ini.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk tidak panik belanja (panic buying), karena ketersediaan bahan pokok kami cukup dan terus diawasi ketat menjelang perayaan Nataru," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




