Jelang Nataru 2026, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Harga dan Keamanan Pangan

Jelang Nataru 2026, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Harga dan Keamanan Pangan

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemkot memperketat pengawasan harga, stok, dan keamanan pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pengawasan dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Kepolisian, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kegiatan pengawasan menyasar sejumlah lokasi, mulai dari Pasar Sememi, pangkalan dan agen LPG, toko modern, hingga distributor ayam potong.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota , Agung Supriyo Wibowo, mengatakan TPID bersama Satgas Pangan memastikan kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan.

Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil meski terdapat fluktuasi pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit.

"Memang ada kenaikan pada cabai, hanya saja, perlu diketahui bahwa harga cabai memiliki fluktuasi yang sangat cepat, bisa berubah dalam waktu setengah jam saja karena dipengaruhi oleh cuaca ekstrem saat ini," jelas Agung.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem menyebabkan cabai mudah membusuk sehingga memengaruhi pasokan dari petani.

Harga cabai rawit yang sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram kini tercatat turun menjadi Rp50.000 per kilogram per 15 Desember 2025.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO