Pemilik sekaligus pengajar komunitas pelatihan usaha di Kota Madiun, Lia Betaria.
“Rasa kebersamaan membuat pelatihan terasa hidup. Kami merasa lebih percaya diri dan tenang karena dalam hal kesehatan sudah terlindungi oleh Program JKN. Dengan perlindungan ini, kami bisa lebih fokus belajar tanpa khawatir ketika sakit. Dengan JKN, setiap langkah menjadi lebih tenang, sehingga kami tetap aktif dan tetap terlindungi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengapresiasi semangat komunitas dalam membangun lingkungan belajar sehat, produktif, dan inklusif. Ia menilai komunitas seperti ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga keaktifan kepesertaan JKN.
“Kami sangat mengapresiasi komunitas yang tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong anggotanya memastikan status kepesertaan JKN selalu aktif. Dengan dukungan tersebut, kami percaya manfaat program JKN akan semakin dirasakan masyarakat. Semakin banyak yang sadar pentingnya menjadi peserta aktif, semakin kuat pula gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan di Indonesia,” ucapnya.
Ia berharap semakin banyak komunitas menjadi agen edukasi dalam menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya jaminan kesehatan.
Menurut dia, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan berbagai komunitas menjadi kunci memastikan masyarakat terlindungi, aktif, dan tetap produktif tanpa rasa khawatir terhadap kebutuhan layanan kesehatan. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




