Pendampingan Aksi Konvergensi Bina Bangda Kota Kediri Semester II 2025. Foto: Ist
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinsos, PUPR, Perkim, hingga pemerintahan kecamatan dan puskesmas yang telah bekerja keras mewujudkan prestasi ini. Semoga ke depan angka stunting di Kota Kediri terus menurun dan tidak ada lagi bayi yang lahir dengan kondisi stunting,” paparnya.
Di balik capaian tersebut, Kota Kediri memiliki sejumlah inovasi yang mendapat perhatian nasional, seperti program satu puskesmas satu dokter spesialis anak yang kini dilirik Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk diadopsi di daerah lain. Selain itu, Kota Kediri juga mengembangkan aplikasi pendukung pengelolaan data penurunan stunting.
“Kita sudah didatangi Setwapres selaku penanggung jawab kegiatan penurunan stunting dan beliau sudah melihat sendiri pelaksanaan program tersebut dan berencana akan menerapkannya ke daerah lain,” ucap Ferry.
Melalui kegiatan pendampingan ini, ia berharap upaya konvergensi penurunan stunting semakin optimal, terarah, dan berbasis data valid sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari hingga Selasa (9/12/2025) ini menghadirkan narasumber dari Bappeda Jatim, baik secara daring maupun luring. Acara diikuti 20 perwakilan dari OPD terkait dengan tujuan memberikan arahan dalam pengisian dan pemutakhiran data, khususnya untuk penyusunan dokumen penurunan stunting. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




