Dindik Jatim Genjot Keterserapan Kerja Lulusan SMK, Perkuat MoU dan Tiga Langkah Strategis

Dindik Jatim Genjot Keterserapan Kerja Lulusan SMK, Perkuat MoU dan Tiga Langkah Strategis Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai (dua dari kiri) saat penandatanganan MoU dengan sejumlah mitra dunia usaha dan industri, disaksikan oleh Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak (kiri). (Ist)

Strategi ketiga adalah memperluas perlindungan dan akses pasar kerja, termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). berharap masukan dari para PMI dapat membantu penyempurnaan program magang agar berkelanjutan dan berujung pada penempatan kerja setelah siswa lulus. Pasalnya, sebanyak 26–27% pekerja migran Indonesia berasal dari Jatim.

“Saat ini kita memerlukan penguatan dan mendorong secara masif sertifikasi kompetensi, peningkatan keahlian bahasa asing serta mendorong pengetahuan budaya & regulasi negara tujuan. Ini penting bagi kita untuk menyiapkan anak-anak bekerja di pasar global,” tegas Aries.

Mantan Pj Wali Kota Batu ini juga menyebut beberapa sektor industri saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja. Misalnya di sektor otomotif termasuk kendaraan listrik, manufaktur modern, logistik, pariwisata, hingga industri kreatif, dan kesehatan & farmasi industri.

Dalam kesempatan tersebut, Aries juga meminta sekolah memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK. Ia menilai BKK harus lebih agresif dalam menjembatani siswa dengan peluang kerja, bukan sekadar menjadi ruang formalitas. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembaruan kurikulum sesuai kebutuhan industri dan pembentukan budaya kerja profesional bagi siswa.

“Kita bersama-sama berkomitmen dalam menggenjot keterserapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Maka itu saya harapkan kurikulum harus terus di update sesuai industri. Sekolah juga harus memberikan penanaman budaya kerja profesional serta literasi digital dan literasi etik kerja. Ini penting untuk bekal anak-anak kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Dindik juga melakukan penandatanganan dengan dan sejumlah mitra dunia usaha dan industri, yaitu Archipelago International, K24 Indonesia, PT Charoen Pokphand Tbk, serta Indonesia Fashion Chumber, United Tractors sebagai bentuk komitmen memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK.

Sarasehan turut diisi dengan penyerahan Penghargaan Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu (Pervekt) kepada sejumlah SMK. Diantaranya, SMKN 5 Surabaya (Best Creative Innovation), SMKN 1 Banyuwangi (Best Creative Outlet), SMKN 3 Probolinggo (Best Creative Product), SMKN 1 Sidayu (Best Creative Transaction), SMKN 1 Donorojo (Best Creative Profile), SMKN 1 Buduran (Best Creative Idea), dan SMKN 7 Surabaya (Best Creative Promotion). (dev/msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO