Gunung Barujari yang mengalami erupsi. Abu vulaknik gunung tersebut mengganggu penerbangan di sejumlah bandara.
"Sebetulnya tinggi letusan sekitar 1.000-1.500 meter di atas kawah Barujari tidak besar, seperti raungan," katanya seperti dilansir Tempo, Rabu (4/11).
Menurutnya, letusan Anak Rinjani tidak membahayakan masyarakat sekitar meski beberapa kali meletus. "Tidak ada periode jelas seberapa sering meletus, tapi tidak membahayakan masyarakat sekitar," katanya.
Indonesia, kata Surono, merupakan negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia, dengan total yang masih aktif ada 127 gunung. Beberapa di antaranya, seperti Gunung Sinabung berstatus awas sejak akhir 2013, dan Gunung Karangetang atau Api Siau di Sulawesi Utara, berstatus siaga cukup lama.
Sehingga, Surono menuturkan potensi gunung berapi di Indonesia meletus akan selalu ada setiap tahun. "Saya kira wajar. Pasti selalu ada letusan setiap tahun," katanya. "Misalnya Sinabung yang tidak berhenti dan gunung api lainnya."
Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini memberi saran pada warga yang tinggal di sekitar pegunungan berapi untuk waspada. "Ikuti maunya gunung api, karena gunung apinya lebih lama dari manusia," katanya. "Jaga sopan santun. Kalau meletus ada masanya berhenti. Kalau sudah berhenti akan membuat tanah subur, pemandangan indah." (tic/po/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




