Wali Kota Kediri bersama wakilnya ketika meninjau satu per satu peralatan dalam menghadapi bencana. Foto: Ist
Dalam arahannya, kepala daerah termuda itu menekankan 4 poin penting, yakni:
- Siaga dini dan respons cepat sebagai budaya kerja BPBD, OPD, TNI-Polri, dan relawan.
- Koordinasi lintas sektor yang tidak boleh terputus.
- Pencegahan dan edukasi warga melalui kampung siaga bencana, pembersihan drainase, dan patroli sungai.
- Penguatan lingkungan dengan penanaman pohon sebagai mitigasi jangka panjang.
"Alat yang canggih tidak ada artinya tanpa manusia yang sigap. Koordinasi yang lengkap tidak berarti tanpa kepekaan. Dan keselamatan warga adalah tanggung jawab yang harus kita usung bersama," ucap Vinanda.
Usai apel, ia bersama jajaran meninjau peralatan dan menyaksikan simulasi penanganan banjir. Adapun bantuan dari BPBD Jatim yang diterima Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, ialah 5 unit pompa air, 36 pasang sepatu boots, 200 paket perlengkapan makan, 200 paket kids wear, 2000 karung plastik, 1 unit perahu karet, serta 200 bibit pohon buah (alpukat, durian, jambu air, dan kelengkeng). (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




