Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat memberikan santunan kepada keluarga korban reruntuhan mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny di kediaman Ning Imah di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (26/11/2025) malam. Foto: bangsaonline.
“Jadi nanti umrah empat kali, umrah pertama untuk dirinya sendiri,” kata Kiai Asep.
Sedangkan umrah kedua, ketiga dan keempat untuk para korban.
“Jadi 3 x 23 orang sama dengan 69 kali,” ujar Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, pahala mengumrahkan orang sangat besar.
“Mengumrahkan orang lain pahalanya 10 kali lipat dari pahala umrah untuk diri sendiri,” jelas Kiai Asep.
Kiai miliarder tapi dermawan itu juga mengungkapkan bahwa semua biaya umrah 23 orang itu ditanggung Kiai Asep dengan uang pribadi.
Kiai Asep mengaku sangat tersentuh jika santri tersakiti.
“Santri itu bagi saya seperti anak sendiri,” kata Kiai Asep sembari mengutip Hadits Nabi yang artinya, saya terhadap kalian (para sahabat) seperti anak saya sendiri.
Kiai Asep juga mengatakan bahwa para santri Al Khoziny yang menjadi korban meninggal adalah mati syahid yang akan memberi syafaat bagi para orang tuanya.
Kiai Asep mengutip sejumlah Hadits, antara lain, barangsiapa meninggal dunia saat mencari ilmu maka ia mati syahid.
Usai memberikan santunan, Kiai Asep mengajak puluhan keluarga korban itu makan bersama. Meski wajah mereka masih mengguratkan duka, tapi kepedulian Kiai Asep tampaknya cukup menghibur mereka.
Sebelumnya, saat mendatangi rumah keluarga korban di Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya, Kiai Asep juga menyantuni mereka masing-masing Rp5 juta dan juga beras. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




