Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan saat disambut Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di ruang di VIP Bandara Juanda, Jumat (14/11/2025). Foto: mma/bangsaonline
1. KH Zamzami Mahrus Lirboyo
2. KH Abdurrahman Al Kautsar Ploso
3. KH.Fahim Ruyani Ploso
4. KH.Abdussalam Shohib Denanyar
5. KH.Mas Cholil Sidogiri
6. KH Ma'mun Djazuli Kediri
7. KH.Makki Nasir Bangkalan
8. KH.Dimyati Bangkalan
9. Gus Aam Tambak beras
10. Gus Aing Tebuireng
11. Gus Solahuddin Mujib Ridwan Surabaya
12. Gus Makki Zaini
13. Ra Anas
Pertemuan itu digelar di kampus Institut Ilmu Agama Islam Al Khoziny yang rektornya adalah Kiai Asep sendiri. Kiai Asep memang alumnus Al Khoziny yang banyak berbakti kepada almaternya itu.
“Saya menjadi rektor di Institut Ilmu Agama Islam Al Khoziny sejak belum punya apa-apa sampai saya bangun dua kampus dan beli tanah di beberapa tempat. Bahkan tanah yang rencananya akan dibangun pesantren baru itu dibeli melalui proses saya sebagai rektor Al Khoziny,” tutur Kiai Asep yang tiap bulan suci Ramadan mengeluarkan sedekah dan zakat mancapai Rp 8 miliar.
Menurut Kiai Asep, saat awal berjuang untuk membesarkan perguruan tinggi Al Khoziny cukup banyak uang pribadinya yang katut.
“Saat itu kan belum punya kampus. Masih menempati madrasah putri tapi saya renovasi terlebih dulu,” tutur kiai miliarder tapi dermawan itu.
Ta[i Kiai Asep tak pernah berhitung materi untuk perjuangan. Putra KH Abdul Chalim, salah seorang pendiri NU yang pada 2023 lalu mendapat gelar pahlawan nasional itu selalu menekankan ikhlas dalam berjuang.
Bahkan Kiai Asep tiap hari tak pernah absen bersedekah puluhan juta rupiah.
“Pak Yai itu gatal tangannya kalau gak ngasih uang kepada orang,” ujar Nyai Hj Alif Fadhilah, istri tercinta Kiai Asep seraya tersenyum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




