Kampanye Stop Pernikahan Dini di SMAN 19 Surabaya, Ning Lia Minta Remaja Fokus Berkarya

Kampanye Stop Pernikahan Dini di SMAN 19 Surabaya, Ning Lia Minta Remaja Fokus Berkarya Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat mengampanyekan Stop Pernikahan Dini di SMAN 19 Surabaya.

Ia pun memuji inovasi sosial yang dilakukan SMAN 19 Surabaya, seperti mendorong siswa menjadi konten kreator positif.

“Kalau ada anak-anak yang melakukan hal yang negatif maka yang salah itu kita sebagai orang tua, maka kita harus melakukan filterisasi agar anak-anak tumbuh baik,” kata senator perempuan di Indonesia dengan raihan suara terbanyak, 2,7 juta suara.

Sebagai penutup, menyuarakan semangat kampanye positif dari Pijar.

“Ayo lupakan mantan, fokus bangun karya! Anak muda jangan hanya suka pacaran, tapi banyaklah berkarya untuk bangsa,” tuturnya disambut tepuk meriah dari peserta kampanye.

Sementara itu, Ketua Pijar, Tunggal Teja Asmara, menjelaskan bahwa program edukatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya pernikahan dini.

“Kami ingin siswa-siswi memahami bahwa menikah muda bukan solusi, justru bisa mengancam masa depan mereka. Dari stunting, risiko kematian ibu dan bayi, hingga masalah sosial seperti JUS,” katanya.

Sedangkan Plh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perjuangan modern melalui pendidikan sosial, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Data Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menunjukkan penurunan permohonan dispensasi kawin (diska) dari 17.151 kasus (2021) menjadi 12.334 kasus (2023).

Kepala SMAN 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam edukasi reproduksi remaja.

“Suara lantang pencegahan pernikahan dini harus dimulai dari sekolah. Anak-anak perlu memahami bahwa menunda pernikahan berarti memberi kesempatan bagi diri mereka untuk sukses,” ujarnya. (mdr/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO