Tim gabungan DPRD, Disperindag, dan Polres Pasuruan menelusuri dugaan BBM bermasalah di empat titik SPBU Pandaan. Foto: M Andy Fachrudin/BANGSAONLINE
“Baunya luar biasa menyengat, dan ini sudah dirasakan masyarakat hampir sepekan. Kami khawatir ada unsur pencampuran bahan yang berbahaya. Polres harus segera bertindak,” tegas Andrew.
Menurut Andrew, laporan serupa datang dari sedikitnya empat SPBU di kawasan Pandaan, Candi Wates, Kasri, dan Purworejo.
“Sejauh ini yang mengeluhkan kebanyakan pengendara motor, belum ada laporan dari pengguna mobil. Tapi tetap ini harus ditelusuri serius,” tambahnya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Wardana, menyatakan pengawasan akan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Ini baru kami uji di Pandaan. Setelah itu kami akan lanjut ke wilayah Pasuruan Timur, Selatan, dan Utara. Semua titik yang dilaporkan akan kami ambil sampelnya,” ujarnya.
Wardana menegaskan, sejauh ini kuantitas BBM masih sesuai standar tera, namun perbedaan aroma menjadi fokus pemeriksaan lanjutan.
Sembari menunggu hasil laboratorium dari pihak berwenang, DPRD bersama Disperindag meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi.
“Selama belum ada hasil resmi, jangan berspekulasi. Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar pengujian dilakukan secepatnya,” ujar Mita. (maf/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




