Upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-97 di Mapolres Pasuruan.
Ia menilai peringatan Sumpah Pemuda menjadi refleksi penting bagi aparat kepolisian dalam memperkuat semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi energi positif dalam setiap langkah pengabdian. Nilai persatuan dan tanggung jawab para pemuda 1928 perlu terus kita hidupkan dalam tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman,” ucapnya.
Menurut dia, momentum tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat moral dan spiritual bagi personel Polri untuk menanamkan nasionalisme dan integritas dalam setiap tugas penegakan hukum.
Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan naskah Kongres Sumpah Pemuda, serta ditutup dengan doa bersama. Suasana menjadi hening saat seluruh peserta mengikrarkan kembali semangat persatuan dan cinta tanah air.
Kegiatan ditutup dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara dan laporan Komandan Upacara, menandai berakhirnya prosesi dengan tertib dan bermartabat.
Bagi Polres Pasuruan, peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar ritual sejarah, melainkan pengingat abadi bahwa kekuatan bangsa terletak pada semangat pemudanya. Dari semangat 1928 hingga era digital kini, pesan persatuan dan aksi nyata generasi muda tetap menjadi fondasi utama kemajuan Indonesia.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah — ia adalah kompas moral bagi bangsa,” kata Wakapolres Pasuruan. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






