Ia juga mengapresiasi perusahaan yang membuka peluang kerja bagi tenaga disabilitas, seperti PT Dwi Prima Sentosa (Madiun), PT Yamaha Manufacturing Product Indonesia (Pasuruan), dan Janenake (Pacitan).
Sebagai bagian dari inovasi, Job Fair tahun ini akan dirangkaikan dengan peluncuran platform JATIM BISSA (Basis Data Disabilitas Berdaya), yang berfungsi sebagai pusat data tenaga kerja disabilitas, informasi lowongan kerja, serta akses pelatihan dan pemberdayaan.
“Dengan adanya JATIM BISSA, kami ingin memastikan penyandang disabilitas tidak hanya terdata, tetapi juga tersambung langsung dengan dunia kerja sesuai kompetensinya. Inilah bentuk nyata dari semangat Merdeka Berkarir,” ucap Khofifah.
Job Fair 2025 juga menghadirkan kerja sama strategis, seperti perpanjangan MoU dengan salah satu stasiun televisi lokal untuk memperluas publikasi informasi ketenagakerjaan, serta kolaborasi dengan Plan International Indonesia untuk memperkuat pemberdayaan pemuda dan perempuan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pencanangan Bulan Pasar Kerja setiap September di Jawa Timur, sesuai Surat Edaran Gubernur Nomor 560/3366/031/2014, sebagai upaya berkelanjutan menekan angka pengangguran terbuka.
“Bulan Pasar Kerja setiap September adalah ikhtiar berkelanjutan untuk menekan pengangguran. Masyarakat bisa lebih cepat dan transparan mendapat informasi lowongan, maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk meraih karir dan masa depan yang lebih baik,” ajaknya.
Masyarakat Jawa Timur dapat mendaftar secara gratis melalui situs ini sejak 20 September 2025. Informasi lebih lanjut tersedia di media sosial (Instagram) @naker_jatim, atau website resmi. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




