Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono. foto: suwandi/BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban akan terus melakukan dropping air bersih hingga akhir November 2015. Dropping air bersih tersebut disebar di 35 desa yang berada di 8 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Semanding, Gerabagan, Montong, Kerek, Soko, Senori, Rengel dan Parengan.
Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (25/10), mengatakan bahwa dropping air bersih ini sudah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Tuban. Dropping terus dilakukan pasalnya sesuai prediksi Badan Meterologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi akan berlangsung hingga akhir November mendatang. Sehingga, dalam penggunaan air bersih warga diminta tidak boros.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
“Dengan keterbatasan armada dan cakupan wilayah kering yang begitu luas, terkadang membuat proses dropping terlambat sampai ke desa,” ungkapnya.
Joko mengatakan jika pihaknya akan berupaya supaya pembagian air bersih di 35 desa tercukupi. Caranya, pembagian dilakukan dengan menggunakan sistem rolling, yakni setiap desa mendapatkan jatah pengiriman air bersih 2 hari sekali. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




