SIG Salurkan Bantuan untuk Santri serta Komunitas Anak Muda di Situbondo dan Bondowoso

SIG Salurkan Bantuan untuk Santri serta Komunitas Anak Muda di Situbondo dan Bondowoso GM of CSR SIG, Edy Saraya (kedua kiri) menyerahkan bantuan pembangunan asrama santri kepada Kepala Ponpes Minhaju Al Ihtida’, Ali Yafi (tengah) di Desa Jatisari. FOTO: ist.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk () menyalurkan bantuan sarana pendidikan dan sosial untuk satri dan komunitas anak muda di Kabupaten Situbondo, dan Bondowoso, Jawa Timur.

Bantuan tersebut di antaranya berupa bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai aula dan ruang serbaguna di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaju Al Ihtida’.

dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga terwujud dalam dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong kegiatan positif sosial kemasyarakatan. 

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (), menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta fasilitas operasional dan penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan bagi lembaga pendidikan keagamaan dan komunitas masyarakat di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso.

Bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan dan renovasi asrama santri, serta pagar beton di Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dan 1 unit mobil pick up untuk operasional kegiatan sosial bagi Jamiyah Muhibbullah Warasulah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.

Sementara di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, menyalurkan bantuan operasional berupa 12 unit sound system, 12 unit mesin genset, 1 unit mesin pemotong rumput, dan 1 unit motor roda tiga untuk menunjang aktivitas komunitas Generasi Muda Bersatu.

Kepala Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Situbondo, Ali Yafi (42 ) mengungkapkan, rasa syukurnya karena para santri kini sudah memiliki ruangan khusus yang lebih layak dan nyaman untuk aktivitas belajar termasuk mengaji.

Ruangan yang direnovasi lanjut Ali Yafi terdiri atas bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai aula dan ruang serbaguna.

"Selama ini, seluruh aktivitas belajar mengajar termasuk mengaji, masih dilaksanakan di masjid karena belum tersedia ruangan yang mampu mengakomodir aktivitas santri," ungkapnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO