Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan (kiri) menyerahkan cendera mata kepada VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani. foto: ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang tahun 2025, tak lantas membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengikuti pasar.
Melalui SIG Infrastructure Summit bertema 'Bangga Bangun Indonesia', SIG mengemukakan langkah-langkah strategisnya untuk menyiasati persaingan industri yang ketat.
Di hadapan mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, SIG terus melanjutkan transformasi bisnis untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.
SIG juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.
"SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang," ujar Dicky Saelan pada acara SIG Infrastructure Summit di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali baru-baru ini.
Melalui SIG Infrastructure Summit, SIG memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, serta menegaskan kepemimpinannya di industri bahan bangunan di Indonesia yang tidak hanya menyediakan solusi bahan bangunan seperti semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung, dengan dukungan fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sejalan dengan proyeksi pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan menekankan pentingnya pemanfaatan momentum pertumbuhan.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa berdasarkan kajian dan proyeksi internal penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5% pada 2026, didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi.
Kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah, sejalan dengan strategi yang dijalankan SIG dalam menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




