Ahmad Latif Basya, Pelukis Imajinatif yang Ingin Ciptakan Generasi Penerusnya

Ahmad Latif Basya, Pelukis Imajinatif yang Ingin Ciptakan Generasi Penerusnya Latif Basya saat sedang melukis.

"Awalnya sok keren, eh dikasih pelajaran langsung sama Tuhan. Kalau jodoh, pati, urip iku neng tangane Pangeran," lanjutnya.

Kini, Basya dikenal sebagai pelukis realis-imajinatif yang menggabungkan riset dan intuisi. Ia pernah berpameran bersama komunitas seni seperti Line Art Bojonegoro, Sangrupa, dan New Citra Rupa.

Sebanyak 300 karyanya berbentuk lukisan maupun sketsa wajah. Dalam sehari, ia mampu menggambar tiga hingga empat sketsa wajah. "Bahkan, bisa lebih tergantung tingkat kesulitannya," katanya.

Pemuda asal Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini mengatakan, satu bentuk sketsa wajah ia banderol sekitar Rp200 ribu, tergantung ukuran kertasnya. Namun, berbeda dengan lukisan yang harganya lebih mahal karena berukuran besar dan peralatannya juga mahal.

"Saya pernah melukis Harimau Jawa dan terjual hingga Rp1,5 juta. Hingga kini lukisan itu yang paling mahal," kata lelaki Fakultas Tarbiyah IAI Sunan Giri Bojonegoro (Unugiri) itu.

Basya berharap, setiap lukisan hasil karyanya dapat dipelajari kemudian hari oleh generasi mendatang. Demikian pula, ia memulai dari diri sendiri. Maka, tidak boleh berakhir pada dirinya sendiri.

"Maka saya tularkan bakat saya untuk membimbing anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Muhammadiyah Padangan," terangnya. (jku/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO