Bersama Kanit 1 Satreskrim Polres Tuban, para pemilik menunjukkan handphonenya yang kembali setelah sempat hilang.
"Jadi pelaku rata-rata menjualnya dengan harga murah," cetusnya.
Satreskrim Polres Tuban pun mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan jual beli Hp yang harganya murah. Apalagi tanpa disertai dosbook, karena bisa jadi merupakan barang hasil curian.
"Intinya masyarakat harus hati-hati, jangan sampai tergiur jual beli barang yang murah. Sebab, dikhawatirkan barang-barang itu dari hasil curian," sarannya.
Sementara itu, Asih (43), salah satu korban yang Hp-nya berhasil ditemukan menceritakan bahwa barangnya hilang saat parkir motor di Kompleks Masjid Agung Tuban.
Menurut Asih, barang-barangnya, termasuk Hp, disimpan di dalam jok. Namun, saat hendak pulang, jok motornya ada bekas congkelan. Ketika dicek, tas berisi uang dan handphone sudah raib.
"Mengetahui jok sepeda motor dibobol, saya langsung lapor ke Polres Tuban. Dan alhamdulillah hari ini HP saya sudah ditemukan dan dikembalikan ke saya tanpa dipungut biaya," pungkas perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen itu. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




