Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Pasuruan Raya saat menggelar sholat ghoib dan aksi di TMP Bangil.
Mahasiswa juga melontarkan kritik tajam terhadap DPR yang dinilai gagal menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
“Dewan harus sadar, mereka hidup dari uang rakyat. Jangan lagi membuat kebijakan yang merugikan masyarakat,” kata Ubaidillah.
Pesan serupa juga ditujukan kepada institusi kepolisian.
“Tugas polisi adalah melindungi rakyat, bukan malah menindas dan membunuh rakyat,” imbuhnya.
Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Tulus Adhi Sanyoto, turut hadir mengawal jalannya aksi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat TNI dan Polri.
Melalui aksi simbolik di makam pahlawan, BEM Pasuruan Raya menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa bukan sekadar turun ke jalan, tetapi juga sebagai pengingat akan makna kemerdekaan yang sejati, yakni keberanian menyuarakan keadilan dan kepentingan rakyat. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




