Wali Kota Batu, Nurochman (tengah) saat menghadiri Silaturahmi Nasional Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ke-16
KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Kota Batu menjadi tuan rumah bagi Silaturahmi Nasional Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ke-16, yang berlangsung dari 28 hingga 30 Agustus 2025.
Acara yang digelar di Kusuma Agrowisata Hotel ini mengusung tema 'Merajut Harmoni Menguatkan Sinergi' dan dihadiri oleh lebih dari seribu pebisnis dari seluruh penjuru Indonesia.
BACA JUGA:
- Sambut Libur Panjang, Polres Batu Perketat Pengamanan Jalur Wisata
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
Pada pembukaan acara, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan rasa syukurnya dan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batu.
"IIBF adalah acara penting dan menginspirasi kita semua. Selamat datang di Batu, kota penuh kehangatan. Terima kasih telah memilih Kota Batu menjadi tuan rumah kegiatan Silatnas IIBF ke-16. Ini merupakan kehormatan bagi kami," ujarnya.
Wali Kota Nurochman menekankan pentingnya ajang ini tidak hanya sebagai wadah silaturahmi antar pebisnis.
Tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Batu dan meningkatkan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah," tambahnya.
Dalam suasana penuh kehangatan, Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar kegiatan Silatnas berikutnya dapat diselenggarakan lebih lama di Kota Batu.
"Jika memungkinkan, mari kita perpanjang waktu acara ini supaya kita bisa menikmati keindahan Kota Batu lebih lama," ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, turut menegaskan kontribusi kuat sektor usaha kecil menengah (UMKM) dan industri manufaktur terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi perdagangan, Jawa Timur terus membuka ruang agar menjadi kekuatan ekonomi antarprovinsi, dengan kontribusi 25 persen terhadap PDRB Pulau Jawa dan 14 persen terhadap PDRB nasional, terbesar kedua setelah Jakarta.
“Ekonomi Jawa Timur pada triwulan II tumbuh sebesar 5,32 persen, di atas rata-rata nasional, dengan 67 persen ditopang oleh UMKM. Industri manufaktur berkontribusi hampir 31 persen terhadap ekonomi Jawa Timur. Kita kuatkan produk kita, kita kuatkan pasar kita, dan buktinya Jawa Timur terus berkontribusi dalam perekonomian nasional,” jelasnya.
Acara IIBF ke-16 ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antar pelaku bisnis dan juga memfasilitasi pertukaran informasi serta inovasi di bidang ekonomi Islam.
Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dan Presiden sekaligus CEO IIBF Dr. (HC) Heppy Trenggono, serta Staff Ahli Wali Kota Malang.(adi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




