Gubernur Khofifah saat menghadiri Java Coffee and Flavors Fest 2025.
“JCFF adalah ruang kolaborasi. Kita ingin kopi, cokelat, dan rempah Jatim tidak hanya berhenti sebagai komoditas, tetapi lahir menjadi produk bernilai tambah melalui riset, inovasi, dan teknologi,” ucap Khofifah.

Pemprov Jatim berkomitmen mendukung petani dan pelaku UMKM melalui fasilitasi pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar global. Gubernur juga mendorong akademisi, peneliti, dan generasi muda untuk terus melakukan riset dan inovasi agar komoditas lokal bisa naik kelas.
Kepada para pemangku kebijakan dan mitra pembangunan, Khofifah mengajak untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk promosi wisata.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari langkah besar Jatim dan Indonesia untuk meneguhkan jati diri sekaligus mengukir prestasi di kancah global,” tuturnya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kopi, kakao, dan rempah di Jawa Timur.
“Jatim adalah produsen utama kopi Jawa, dengan kontribusi 48 persen terhadap total produksi. Kami ingin pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan, bukan hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga mengangkat pendapatan UMKM,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




