Mengenai biaya tiket, Fawait menilai bahwa tarif penerbangan dari Jember ke Jakarta yang berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta masih tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Untuk masalah harga, akan terus kita evaluasi. Apakah perlu ada subsidi atau tidak, itu akan ditentukan berdasarkan kemampuan daya beli masyarakat. Namun yang jelas, harga tiket dari Jember ke Jakarta saat ini masih relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah rute serupa,” jelasnya.
Bupati Fawait juga mengungkapkan bahwa penerbangan ini bukan hanya soal mobilitas, melainkan juga menjadi peluang strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata dan menarik perhatian investor dari Jakarta.
“Dengan konektivitas langsung ini, kita ingin mendorong sektor wisata di Jember agar lebih dikenal. Kita juga ingin menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memanfaatkan momentum ini demi peningkatan ekonomi daerah,” terangnya.
Tak hanya itu, Pemkab Jember juga berencana membangun sinergi dengan sejumlah kabupaten tetangga demi memperluas dampak ekonomi dari operasional Bandara Notohadinegoro.
“Kami akan menjajaki kerja sama dengan daerah sekitar seperti Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang agar potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan tapal kuda ini bisa meningkat secara kolektif,” pungkasnya.(nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




