Gubernur Khofifah saat melihat kain merah dan putih yang akan dijahit di SMKN 8 Surabaya.
Di SMKN 8 Surabaya, penjahitan ditargetkan mencapai 100 meter, dengan masing-masing siswa menjahit 10 meter. Mereka berasal dari jurusan Tata Busana dan juga menjahit bendera berukuran 120 x 180 cm.
“Karena mereka memang SMK khusus Tata Busana, mereka punya keterampilan untuk menjahit dengan baik dan benar sesuai desain yang diinginkan,” kata Khofifah.
Ia juga berpesan agar masyarakat menjaga kesucian Hari Kemerdekaan dan makna Merah Putih.
“Ada hati yang suci, pikiran yang suci, perilaku yang suci. Bersama-sama kita dedikasikan untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.

Kunjungan Gubernur Jawa Timur disambut hangat oleh para siswa dan guru. Ia juga menyapa sekolah lain secara daring melalui Zoom, termasuk SMAN Sapeken Sumenep di Madura yang turut menjahit bendera sepanjang 100 meter.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa tahun lalu Papua Barat memecahkan rekor Muri dengan bentangan bendera sepanjang 12,77 kilometer. Jawa Timur optimis bisa melampaui rekor tersebut dengan partisipasi dari 161 sekolah, terdiri dari 23 SMA, 78 SMK, dan 50 SLB.
“Sekarang perhitungan kita sudah 15.400 meter dan masih bertambah. Ini lebih bermakna karena dijahit langsung oleh para murid, bukan penjahit biasa,” tuturnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa generasi Z dan Alpha kurang peduli terhadap negara.
“Patriotisme dan nasionalisme murid kita di Jawa Timur ternyata luar biasa. Semoga semangat ini terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




