Gubernur Khofifah saat melihat kain merah dan putih yang akan dijahit di SMKN 8 Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Semarak peringatan HUT ke-80 RI di Jawa Timur diwarnai dengan aksi unik dan sarat nilai nasionalisme. Ribuan siswa dari jenjang SMA, SMK, dan SLB secara massal menjahit bendera Merah Putih terpanjang se-Jawa Timur.
Kegiatan ini dipusatkan di SMKN 8 Surabaya pada Rabu (13/8/2025), dan turut dihadiri Gubernur Khofifah. Dalam kesempatan tersebut, ia ikut menjahit 2 helai kain merah dan putih menjadi satu, sebagai simbol semangat kebangsaan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
“Ini rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Kita mengajak para murid SLB, SMK, dan SMA Double Track untuk ikut menjahit bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme pelajar,” ujarnya.
Menurut data Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, target awal penjahitan bendera adalah sepanjang 8.000 meter oleh 8.000 murid dan guru.
Namun hingga saat ini, panjang bendera telah mencapai 15.463,5 meter dengan partisipasi 5.862 siswa dan 1.314 guru, serta jumlahnya terus bertambah hingga pengumpulan terakhir pada 14 Agustus.
“Besok yang sudah selesai diharapkan langsung dikirim ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kita akan mengibarkan di siang hari menjelang penurunan bendera pada 17 Agustus,” kata Khofifah.

Ia optimistis kegiatan ini akan mencatatkan Rekor Muri sebagai Bentangan Bendera Merah Putih Terpanjang Tahun 2025 yang dijahit langsung oleh siswa dan guru.
“Semangat membangun nasionalisme bisa dilakukan oleh siapa saja dan dalam bentuk apa saja,” tuturnya.
Khofifah juga mengenang sejarah bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno saat proklamasi.
“Murid-murid ini adalah Fatmawati-Fatmawati kecil. Karena kita lihat yang menjahit di sini semuanya perempuan,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




