Dr. Lia Istifhama, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur. Foto: Lia for BANGSAONLINE.
"Kadang awalnya bercanda, tapi karena terstimulasi secara terus-menerus, bisa berujung pada perilaku perundungan atau kekerasan di dunia nyata," ujarnya.
Selain Roblox, Ning Lia juga menyinggung maraknya konten di platform lain, seperti YouTube, yang awalnya berisi humor ringan, namun lama-kelamaan bergeser ke arah berlebihan dan tidak sehat.
"Banyak konten yang mengejar viral, tapi mengorbankan nilai edukasi. Kita harus mendorong konten digital yang sehat, mendidik, dan sesuai usia anak," tegasnya.
Ia mengajak para kreator, pendidik, dan orang tua, untuk berkolaborasi menciptakan ruang digital yang aman dan positif bagi generasi muda.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat regulasi sekaligus membuka ruang bagi inovasi konten yang kreatif namun ramah anak.
"Mari jadikan teknologi sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran, bukan ancaman bagi tumbuh kembang anak," pungkas Ning Lia.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melarang anak-anak SD main game Roblox. Pendekatan terbaik, tak sekadar melarang, namun juga mendampingi anak dan meningkatkan literasi digital, termasuk pada orang tua dan guru. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




