JEMBER,BANGSAONLINE.com - Dalam rangkaian program Bunga desaku di Kecamatan Ambulu beberapa hari lalu, Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar pertemuan khusus bersama seluruh kepala sekolah SMP di Kabupaten Jember, yang berlangsung di SMPN 2 Ambulu.
Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan isu-isu krusial seperti perlindungan anak, peningkatan kualitas data pendidikan, serta pengelolaan waktu libur siswa secara optimal, termasuk aspek-aspek terkait proses belajar mengajar.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- BP Taskin Soroti Jember, 124 Ribu Warga Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Bupati Muhammad Fawait menyatakan keprihatinannya, atas laporan dari Lapas Jember yang menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang menempati posisi ketiga tertinggi di daerah tersebut.
Ia mengimbau agar para kepala sekolah dapat memperkuat peran lembaga pendidikan sebagai benteng utama dalam pencegahan masalah tersebut.
“Kami berharap para kepala sekolah dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah kasus pelecehan seksual, khususnya terhadap anak di bawah umur. Sekolah adalah tempat paling tepat untuk memulai pendidikan pencegahan ini,” ujar Gus Fawait.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya perbaikan data Dapodik yang menjadi dasar dalam pengajuan bantuan dari kementerian, terutama terkait perbaikan fasilitas dan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan.
“Pendidikan adalah jalan panjang untuk mengatasi kemiskinan. Dengan berhasil menekan kemiskinan, kita juga dapat mengurangi berbagai masalah sosial, termasuk kekerasan terhadap anak,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




