Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir saat menghentikan aktivitas penambangan galian C di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah. FOTO: ist.
Ia menyebutkan sidak dilakukan menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang resah dengan aktivitas penambangan di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo, di Desa Sukorejo.
Masyarakat khawatir penambangan tersebut akan mengakibatkan tanggul sungai Bengawan Solo jebol saat debit air tinggi pada saat musim hujan.
"Saya pun mendatangi lokasl untuk menindaklajuti aduan masyarakat. Ternyata benar. Saya kaget begitu melihat langsung di lokasi," ungkapnya.
Ia sangat geram melihat aktivitas penambangan. Seban, lokasinya berhimpitan dengan bantaran Sungai Bengawan Solo, sehingga sangat membahayakan dan rawan jebol saat debit air tinggi saat musim hujan.
"Sangat membahayakan, masa jarak penggalian tidak sampai 3 meter dari tanggul Bengawan Solo. Kalau jebol kan air meluber kemana-mana. Ngawur ini yang nambang, makanya saya minta dihentikan," tandasnya.
Syahrul menambahkan, saat dirinya ke lokasi ada alat berat Begho yang digunakan aktivitas penambangan. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




