Semangat Kemerdekaan, PLN Ajak Stakeholder Komitmen Wujudkan Madura Lebih Terang dan Sejahtera

Semangat Kemerdekaan, PLN Ajak Stakeholder Komitmen Wujudkan Madura Lebih Terang dan Sejahtera General Manajer PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir (kanan), dalam Forum Bertemakan "Sinergi Satu Energi, Menuju Madura Lebih Terang dan Sejahtera".

Di antaranya, pembangunan Gardu Induk Tanjung Bumi dan Batumarmar (target 2029), PLTS Guluk-Guluk (50 MWp, COD 2027), PLTMG Sumenep (30 MW, COD 2026), dan PLTB tersebar (100 MW, COD 2027). (mid/rev)

Selain itu, PLN juga memastikan ketersediaan energi hingga pulau-pulau terluar di Madura, termasuk Bawean, Kangean, Gili Raja, dan lainnya. Beberapa pembangkit listrik berbasis PLTD, PLTS, dan PLTMG telah beroperasi di pulau-pulau ini, dengan total 3 desa yang masih dalam proses penyelesaian elektrifikasi yang dijadwalkan untuk 2026.

Dukungan PLN terhadap kawasan industri di Madura juga semakin menguat dengan proyeksi kebutuhan daya yang mencapai 130 MVA pada 2026, seiring dengan berkembangnya industri perkapalan, industri garam, serta sektor pertanian.

PLN menawarkan berbagai solusi kelistrikan, termasuk Temporary Electricity Supply, Power Substation Solution, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di delapan lokasi di Madura.

Selain infrastruktur, PLN juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada tahun 2025, PLN telah menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp 8,1 miliar di empat kabupaten di Madura, yang mencakup program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, dan penerangan listrik gratis bagi 100 keluarga prasejahtera melalui program Light Up The Dream.

Wakil Bupati Pamekasan, H. Soekarianto, menegaskan pentingnya listrik dalam kehidupan modern, bahkan menyebut listrik kini sudah menjadi bagian dari “sembako baru” bersama kuota internet.

"Kami mengusulkan pendekatan kolaboratif, misalnya menjadikan festival layang-layang sebagai edukasi, atau pengembangan teknologi tepat guna untuk petani tembakau agar aman dan efisien," ujarnya.

Dengan semua pencapaian ini, Forum Multistakeholder Madura menjadi langkah awal yang penting dalam menguatkan kolaborasi antar sektor untuk menciptakan Madura yang lebih terang, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Energi adalah pondasi kemajuan. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin Madura akan menuju masa depan yang lebih terang dan sejahtera," tutup Ahmad Mustaqir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO