Dr H Ahmad Rizki Sadig saat diwawancarai wartawan BANGSAONLINE, Novan, di Rumah PAN Jatim Jalan Darmokali Surabaya. Foto: bangsaonline
“Ia memperlihatkan kedekatan dan kepekaannya terhadap isu-isu yang dihadapi konstituennya,” kata Sufyanto.
Survei ini juga mencatat bahwa aspek representasi dan komunikasi publik menjadi dimensi yang paling menentukan dalam membentuk kepuasan masyarakat.
Hal ini terlihat dari nilai tinggi yang diraih oleh legislator yang aktif melakukan kunjungan dapil (reses), menyerap aspirasi, dan memiliki rekam jejak responsif terhadap permasalahan warga.
"Misalnya, M. Sarmuji dan Adies Kadir yang juga mendapatkan nilai sangat baik pada dimensi representasi dengan skor masing-masing 8,2 dan 7,9, meski nilai legislasi mereka relatif moderat," katanya.
Sebaliknya, legislator dengan tingkat kepuasan publik lebih rendah umumnya memiliki catatan nilai rendah pada dimensi legislasi atau kehadiran dalam forum legislasi nasional, seperti yang terlihat pada Arizal Tom Liwafa (Jatim I, PAN) dengan total nilai 7,2, yang dipengaruhi oleh skor legislasi yang rendah (6,7) meskipun memiliki nilai pengawasan yang kuat (8,0).
“Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur kini semakin menuntut kehadiran nyata wakil rakyat di tengah kehidupan mereka, tidak hanya dalam bentuk formal legislasi, tetapi juga dalam komunikasi langsung, responsif terhadap keluhan warga, serta keberanian mengawasi jalannya pemerintahan,” kata Sufyanto.
Menurut dia, survei ini menjadi pengingat penting bagi para legislator bahwa kepercayaan publik tidak hanya dibangun dari posisi partai, tetapi dari keterlibatan langsung dan keberpihakan nyata terhadap rakyat yang mereka wakili.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




