HABIS. Daun tembakau di wilayah Bojonegoro sudah mulai habis setelah dipetik oleh para pemiliknya selama beberapa minggu terakhir.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Petani tembakau di Bojonegoro, Jawa Timur mulai panen raya, bahkan sebagian daunnya sudah habis dipetik. Namun, petani mengaku jika harga tembakau tahun ini benar-benar murah. Pemicunya, kualitas tembakau jelek dan pabrikan tak menyerap banyak tembakau petani.
Petani yang sudah melakukan petikan terakhir itu seperti di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Tembakau yang selesai dipanen langsung dirajang sendiri dan dijual kepada pabrikan.
BACA JUGA:
- Petani Tembakau Rasakan Manfaat Berdirinya Pabrik Rokok Lokal di Sumenep
- Paguyuban Petani Tembakau se-Madura Siap Menangkan Khofifah-Emil dengan Suara 90 Persen
- Ratusan Kelompok Tani Tembakau di Blitar Dapat Bantuan Alat Senilai Rp2 Miliar dari DBHCHT
- Tolak RPP Kesehatan, Ratusan Petani Tembakau di Pamekasan Tanda Tangani Petisi
Salah seorang petani tembakau, Kasdi mengatakan, tanam tembakau itu dilakukan pada Juni lalu. Karena kemarau panjang ditambah bulan puasa, para petani memilih untuk menyiram tembakau pada malam hari.
“Sekarang harga jualnya tidak sesuai. Kalau kualitasnya tidak bagus juga dibeli dengan harga rendah,” ujarnya.
Jika kualitas tembakau bagus dibeli oleh pabrikan dengan harga Rp17.000 perkilo gramnya, sedangkan jika tidak masuk spesifikasi maka hanya dibeli dengan harga Rp5.000 /kilogram.
“Kebutuhan pabrikan sekarang mungkin lebih dikurangi,” tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




